Banyaknya pemalsuan di negara kita mengharuskan kita waspada. Di bawah ini ada beberapa tips untuk mengetes keaslian uang rupiah dengan cara mudah.
# Cara tercepat dan efisien mengetes uang Rp 100.000
1. lipat menjadi 4 bagian secara memanjang.
2. tekan uang tersebut dengan tekanan secukupnya.
3. buka perlahan-lahan lipatan uang tsb.
4. bila kacamata Bung Hatta pecah berarti palsu; dan bila tidak, berarti asli.
# Untuk uang Rp. 500
1. lipat menjadi 4 bagian secara memanjang.
2. tekan uang tersebut dengan tekanan secukupnya.
3. kalo orang utannya teriak-teriak berarti palsu; kalo tidak, berarti asli.
# Untuk uang Rp. 5000
Ambil sisir rambut di rumah, kemudian gesekkan pada uang tersebut. Apabila jenggot Imam Bonjol rontok berarti palsu. Apabila tambah panjang berarti palsu juga!!
# Untuk ngetes palsu-tidaknya uang 20 dan 10 ribuan.... cukup taruh di depan rumah. Kalo ilang berarti asli.
Blog yang menceritakan apa saja Jika tertarik dengan posting saya, tidak dilarang komentar bisa melalui e-mail Jika ingin mempromosikan blog ini silahkan tidak dilarang Jika perlu maka follow blog ini
Wednesday, June 30, 2010
GELO
Suatu hari, Fulan berpapasan dengan seorang gembala dengan kambingnya. Fulan bertanya dengan takjub
Fulan: "Pak, boleh nanya nih?"
Gembala: "Boleh"
Fulan : "Kambing-kambing bapak sehat sekali,bapak kasih makan apa?"
Gembala : "yang mana dulu nih? yang hitam atau yang putih?"
Fulan : "mmmm ...Yang hitam dulu deh...."
Gembala : "oh, kalo yang hitam, dia makannya rumput basah"
Fulan : "ohh...kalo yang putih?"
Gembala : "yang putih juga..."
Fulan : "hmmm...kambing- kambing ini, kuat jalan berapa kilo pak?"
Gembala : "yang mana dulu nih? yang hitam atau yang putih?"
Fulan : "mmmm Yang hitam dulu deh...."
Gembala : "oh, kalo yang hitam, 4 km sehari"
Fulan : "kalo yang putih?"
Gembala : "yang putih juga..."
Si Fulan mulai gondok.... : "kambing ini,menghasilkan banyak bulu ngga pak, pertahunnya? "
Gembala : "yang mana dulu nih? yang hitam atau yang putih?"
Fulan : "(dengan kesalnya) yang hitam dulu deh..."
Gembala : "oh, yang hitam, banyak...10 kg/th"
Fulan : "kalo yang putih...?"
Gembala : "yang putih juga"
Fulan : "BAPAK KENAPA SIH SELALU NGEBEDAIN KAMBING DUA INI, KALO JAWABANNYA SAMA??????"
Gembala : "oh, gini dik, soalnya yang hitam itu,punya saya...."
Fulan : "Oh gitu pak, maaf kalo saya emosi... , kalo yang putih?"
Gembala : "yang putih juga"
Fulan : #$@%!!??
Fulan: "Pak, boleh nanya nih?"
Gembala: "Boleh"
Fulan : "Kambing-kambing bapak sehat sekali,bapak kasih makan apa?"
Gembala : "yang mana dulu nih? yang hitam atau yang putih?"
Fulan : "mmmm ...Yang hitam dulu deh...."
Gembala : "oh, kalo yang hitam, dia makannya rumput basah"
Fulan : "ohh...kalo yang putih?"
Gembala : "yang putih juga..."
Fulan : "hmmm...kambing- kambing ini, kuat jalan berapa kilo pak?"
Gembala : "yang mana dulu nih? yang hitam atau yang putih?"
Fulan : "mmmm Yang hitam dulu deh...."
Gembala : "oh, kalo yang hitam, 4 km sehari"
Fulan : "kalo yang putih?"
Gembala : "yang putih juga..."
Si Fulan mulai gondok.... : "kambing ini,menghasilkan banyak bulu ngga pak, pertahunnya? "
Gembala : "yang mana dulu nih? yang hitam atau yang putih?"
Fulan : "(dengan kesalnya) yang hitam dulu deh..."
Gembala : "oh, yang hitam, banyak...10 kg/th"
Fulan : "kalo yang putih...?"
Gembala : "yang putih juga"
Fulan : "BAPAK KENAPA SIH SELALU NGEBEDAIN KAMBING DUA INI, KALO JAWABANNYA SAMA??????"
Gembala : "oh, gini dik, soalnya yang hitam itu,punya saya...."
Fulan : "Oh gitu pak, maaf kalo saya emosi... , kalo yang putih?"
Gembala : "yang putih juga"
Fulan : #$@%!!??
Tuesday, June 29, 2010
Janji Seorang Salesman
Seorang salesman alat penghisap debu menuju ke sebuah rumah.
Diketuknya pintu depan. Sebelum sempat nyonya rumah itu berkata
sepatah katapun, ia menghamburkan segala macam kotoran ke karpet ruang tamu.
"Nyonya," katanya, "saya yakin akan kemampuan mesin ini. Karpet
ini akan bersih kembali dalam sekejap. Jika nanti masih ada kotoran
yang tertinggal, saya bersedia memakannya."
"Kalau begitu, mulailah makan!!! kami belum pasang listrik." kata nyonya itu
Seorang salesman alat penghisap debu menuju ke sebuah rumah.
Diketuknya pintu depan. Sebelum sempat nyonya rumah itu berkata
sepatah katapun, ia menghamburkan segala macam kotoran ke karpet ruang tamu.
"Nyonya," katanya, "saya yakin akan kemampuan mesin ini. Karpet
ini akan bersih kembali dalam sekejap. Jika nanti masih ada kotoran
yang tertinggal, saya bersedia memakannya."
"Kalau begitu, mulailah makan!!! kami belum pasang listrik." kata nyonya itu
Dalam kelas baru murid sekolah dasar kelas 1. Seperti biasa terjadi kenal mengenal antara guru dan murid.
Guru : “Siapa nama kamu?”
Murid : “Amelia”
Guru : “Kalau ibu kamu siapa?”
Murid : “Mama”
Guru : “Maksud ibu guru, nama Ibu kamu”
Murid : “Iya , Mama”
Guru : “Okelah, sekarang bagaimana Ayah kamu panggil Ibu kamu?”
Murid : “Eh, monyong”
Monday, April 12, 2010
one man one tree
ONE MAN ONE TREE
oleh : Kabag Humas dan Protokol Setda Kab.Lombok Tengah
“one Man One Tree” atau “Satu orang satu pohon”. Begitulah nama gerakan yang dicanangkan Presiden Sosilo Bambang Yudhono pada awal pertengahan desember 2009 ini. Sebuah gerakan yang bertujuan untuk memelihara dan melestarikan lingkungan hidup, serta sumber daya hutan yang kita miliki. Hutan memang memberikan mamfaat yang sangat besar bagi kehidupan manusia, seperti mamfaat ekonomi, lingkungan dan sosial.Rusaknya hutan akan mengakibatkan berbagai bencana seperti tanah longsor, banjir dan kekeringan. Untuk itu, gerakan ini harus kita sukseskan sebagai bentuk tanggung jawabdan perhatian kita terhadap keberadaan huutan dan lingkungan kita. Kabupaten Lombok tengah, dalam kurun waktu lima tahun (2005-2009) ini, harus berupaya untuk meremajakan dan merehabilitas kembali hutan-hutan yang kondisinya rusak. Untuk rehabilitas hutan (reboisasi), dalam kurun waktu tersebut telah merehabilitasi 5.172 hektar. Untuk rehabilitasi lahan (penghijauan) hutan rakyat telah berhasil menghijaukan sekitar 8.025 hektar lahan. Sementara disbanding penegakan hokum, pemerintah bersama unsur keamanan lainya terus berupaya permasalahan-permasalahan illegal logging, perambahan hutan, pembakaran hutan dan perdagangan liar dapat ditangani. Upaya-upaya tersebut tentu akan terus kita lanjutkan mengingat tingkat degradasi hutan dan lahan masih cukup tinggi di Kabupaten Lombok Tengah. Ada suatu ajakan menarik yang patut kita ikuti dari seorang tokoh yang saat ini memimpin Lombok Tengah. H.Lalu Wiratmaja atau akrab disapa Mamiq Ngoh, Bupati Lombok Tengah saat ini, memberikan contoh yang sangat baik bagi masyarakat di Kabupaten Lombok, khususnya dalam hal memperhatikan keberadaan hutan. Jika Presiden SBY mencanangkan satu orang satu pohon, maka Mamiq Ngoh memberi contoh dengan menanam lima puluh ribu pohon. Gerakan ini telah dimulainya beberapa tahun yang lalu bersama keluarga. Disetiap lahan yang dimiliki, beliau menanam pohon jenis sengon, yang yang dari sisi ekonomi mempunyai nilai yang cukup tinggi. Pada beberapa kesempatan, beliau dengan guraunya selalu mengatakan berapa jumlah uwang yang akan dihasilkan dari gerakan ini pada beberapa tahun mendatang, yang akan diwariskan kepada anak cucu. Kepada masyarakat, beliau mengajak untuk setiap orang bias menanam lima puluh pohon. Ajakan ini sesungguhnya memberikan point penting yaitu menanam pohon bias menjadi investasi jangka panjang yang bernilai ekonomi tinggi dan juga bernilai social tinggi karena secara tidak langsung kita telah menghindarkan anak cucu kita dari berbagai bencana yang mungkin saja dating akibat kelalaian merawat hutan dengan baik. Akhirnya, kami mengajak seluruh pembaca agar mensukseskan “Gerakan Satu Orang Satu Pohon” ala SBY dan “ Gerakan satu Orang Lima Piluh Pohon” ala Mamiq Ngoh. Kita semua pasti bahagia jika kita gemar menanam pohon, tapi kita semua pasti kita lebih bagagia jika hutan lestari dan anak cucu kita berseri. Mari kita dukung dan lanjutkan Program Pembangunan bidang kehutanan menuju Lombok Tengah yang Maju, Aman dan Sejahtera.
oleh : Kabag Humas dan Protokol Setda Kab.Lombok Tengah
“one Man One Tree” atau “Satu orang satu pohon”. Begitulah nama gerakan yang dicanangkan Presiden Sosilo Bambang Yudhono pada awal pertengahan desember 2009 ini. Sebuah gerakan yang bertujuan untuk memelihara dan melestarikan lingkungan hidup, serta sumber daya hutan yang kita miliki. Hutan memang memberikan mamfaat yang sangat besar bagi kehidupan manusia, seperti mamfaat ekonomi, lingkungan dan sosial.Rusaknya hutan akan mengakibatkan berbagai bencana seperti tanah longsor, banjir dan kekeringan. Untuk itu, gerakan ini harus kita sukseskan sebagai bentuk tanggung jawabdan perhatian kita terhadap keberadaan huutan dan lingkungan kita. Kabupaten Lombok tengah, dalam kurun waktu lima tahun (2005-2009) ini, harus berupaya untuk meremajakan dan merehabilitas kembali hutan-hutan yang kondisinya rusak. Untuk rehabilitas hutan (reboisasi), dalam kurun waktu tersebut telah merehabilitasi 5.172 hektar. Untuk rehabilitasi lahan (penghijauan) hutan rakyat telah berhasil menghijaukan sekitar 8.025 hektar lahan. Sementara disbanding penegakan hokum, pemerintah bersama unsur keamanan lainya terus berupaya permasalahan-permasalahan illegal logging, perambahan hutan, pembakaran hutan dan perdagangan liar dapat ditangani. Upaya-upaya tersebut tentu akan terus kita lanjutkan mengingat tingkat degradasi hutan dan lahan masih cukup tinggi di Kabupaten Lombok Tengah. Ada suatu ajakan menarik yang patut kita ikuti dari seorang tokoh yang saat ini memimpin Lombok Tengah. H.Lalu Wiratmaja atau akrab disapa Mamiq Ngoh, Bupati Lombok Tengah saat ini, memberikan contoh yang sangat baik bagi masyarakat di Kabupaten Lombok, khususnya dalam hal memperhatikan keberadaan hutan. Jika Presiden SBY mencanangkan satu orang satu pohon, maka Mamiq Ngoh memberi contoh dengan menanam lima puluh ribu pohon. Gerakan ini telah dimulainya beberapa tahun yang lalu bersama keluarga. Disetiap lahan yang dimiliki, beliau menanam pohon jenis sengon, yang yang dari sisi ekonomi mempunyai nilai yang cukup tinggi. Pada beberapa kesempatan, beliau dengan guraunya selalu mengatakan berapa jumlah uwang yang akan dihasilkan dari gerakan ini pada beberapa tahun mendatang, yang akan diwariskan kepada anak cucu. Kepada masyarakat, beliau mengajak untuk setiap orang bias menanam lima puluh pohon. Ajakan ini sesungguhnya memberikan point penting yaitu menanam pohon bias menjadi investasi jangka panjang yang bernilai ekonomi tinggi dan juga bernilai social tinggi karena secara tidak langsung kita telah menghindarkan anak cucu kita dari berbagai bencana yang mungkin saja dating akibat kelalaian merawat hutan dengan baik. Akhirnya, kami mengajak seluruh pembaca agar mensukseskan “Gerakan Satu Orang Satu Pohon” ala SBY dan “ Gerakan satu Orang Lima Piluh Pohon” ala Mamiq Ngoh. Kita semua pasti bahagia jika kita gemar menanam pohon, tapi kita semua pasti kita lebih bagagia jika hutan lestari dan anak cucu kita berseri. Mari kita dukung dan lanjutkan Program Pembangunan bidang kehutanan menuju Lombok Tengah yang Maju, Aman dan Sejahtera.
Monday, September 14, 2009
Milan Karki, Penemu Panel Tenaga Matahari dari Rambut
Percayakah kamu ada panel tenaga matahari yang terbuat dari rambut? Ya, inilah yang diciptakan oleh Milan Karki (18 tahun), seorang siswa dari Nepal. Pada awalnya, Milan bersama keempat temannya menciptakan panel tenaga matahari ini untuk percobaan saja. Namun, mereka yakin kalau panel ini bisa dipakai untuk semua orang. Milan pun mengembangkan teknologi ini.
Obama Kutip Hadist Nabi Muhammad SAW
TIDAK ada seorang pun diantaramu yang beriman sampai dia mendoakan saudaranya seperti ia mendoakan dirinya sendiri.
Salah satu hadist Nabi Muhammad SAW seperti yang diriwayatkan Imam Al Bukhari itu dikutip Presiden Amerika Serikat Barack Hussein Obama, Jr. saat memberikan sambutan pada National Prayer Breakfast di Hotel Hilton, Washington DC, Kamis pagi (5/2) atau Rabu dinihari WIB (6/2).
Salah satu hadist Nabi Muhammad SAW seperti yang diriwayatkan Imam Al Bukhari itu dikutip Presiden Amerika Serikat Barack Hussein Obama, Jr. saat memberikan sambutan pada National Prayer Breakfast di Hotel Hilton, Washington DC, Kamis pagi (5/2) atau Rabu dinihari WIB (6/2).
Dengan mengutip hadist ini Obama hendak menegaskan kembali keyakinannya bahwa tak ada satu agama pun yang menjadikan kebencian sebagai inti dari ajarannya, serta tidak ada Tuhan yang memperbolehkan umat-Nya menghabisi hidup manusia lain.
Obama mengajak para pemuka agama dan tokoh bangsa serta politisi dari berbagai negara yang menghadiri National Prayer Breakfast itu untuk tetap mengingat bahwa kebencian dan konflik yang terjadi di era modern ini seringkali diakibatkan oleh kesalahan dan kekeliruan dalam membaca dan memahami teks kitab suci. Seringkali pula agama dan ajaran agama dijadikan alasan suci yang tak terbantahkan untuk melakukan kekerasan kepada kelompok lain.
Semua agama, sebut Obama, baik Islam, Kristen, Yahudi, Hindu dan Budha, Konghucu, maupun penganut ajaran kemanusian memiliki hukum emas (Golden Rule) yang sama, yakni mengajak para pemeluknya untuk mencintai dan menghargai sesama manusia.
“Apapun yang kita pilih sebagai keyakinan kita, marilah kira mengingat bahwa tidak ada agama yang menjadikan kebencian sebagai inti dari ajarannya,” ujar Obama.
Wakil Presiden Jusuf Kalla, Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsuddin dan mantan Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Azyumardi Azra, termasuk di antara sekitar seribu tokoh agama dan politisi yang diundang menghadiri kegiatan itu.
Kehadiran Obama yang baru belasan hari memimpin negeri adidaya ini dalam NPB pertama yang diadakan di masa pemerintahannya sempat simpang siur. Maklumlah, saat ini Obama tengah menghadapi saat-saat yang terbilang genting di awal pemerintahannya.
Setidaknya, empat dari kandidat menteri yang diusulkannya kepada Kongres AS terganjal kasus korupsi dan pengemplangan pajak di masa lalu. Sementara rancangan stimulasi ekonomi yang diusulkannya ke Kongres mendapat perlawanan ketat dari kubu Republikan walau akhirnya disetujui pada hari Jumat ini waktu setempat (6/2) atau Sabtu dinihari WIB (7/2) .
Namun akhirnya Obama menyempatkan diri untuk hadir dan memberikan sambutan dalam kegiatan yang telah menjadi tradisi sejak puluhan tahun silam. National Prayer Breakfast diselenggarakan setiap hari Kamis pertama bulan Februari. Dalam kesempatan ini, para pemimpin Amerika duduk bersama untuk memanjatkan doa agar negeri itu dapat menghadapi berbagai persoalan yang menghadang mereka. Beberapa tahun terakhir, tokoh agama dan politisi dari berbagai negara pun dilibatkan dalam kegiatan ini.
Seperti biasa, senyum Obama mengembang saat memasuki ruang pertemuan. Obama melambaikan tangannya ke arah peserta. Perhatiannya sempat berhenti saat melihat Wapres Jusuf Kalla yang berdiri di barisan depan, di meja nomor 4. Kalla pun melambaikan tangan ke arah Obama.
Kehadiran Kalla dalam National Prayer Breakfast ini menjadi istimewa karena dia adalah tamu negara pertama yang diterima oleh pemerintahan Obama. Sehari sebelumnya, Jusuf Kalla mengadakan pertemuan dengan Wapres AS Joe Biden di West Wing, White House, Washington DC. Dalam pembicaraan tersebut Joe Biden berkali-kali mengatakan betapa Obama baik secara pribadi maupun sebagai presiden Amerika Serikat memberikan perhatian luar biasa kepada Indonesia dan peranannya di panggung politik internasional. Bukan saja karena Indonesia adalah negara berpenduduk Muslim terbanyak di dunia, namun juga karena dalam satu dekade terakhir Indonesia berhasil menempatkan diri sebagai negara demokrasi terbesar ketiga di dunia setelah AS dan India. Dunia internasional pun diharapkan dapat belajar dari pengalaman berharga yang dimiliki Indonesia dalam menghadapi konflik dan kekerasan komunal di sejumlah daerah di Indonesia.
Jusuf Kalla pun diberi kesempatan menjadi pembicara kunci dalam santap siang yang dilakukan sehari sebelum National Prayer Breakfast (4/2). Dalam pidatonya, Jusuf Kalla membagi cerita mengenai pekerjaan besar Indonesia menghadapi dan menyelesaikan konflik secara damai di sejumlah daerah.
Tafsir yang sempit terhadap ajaran agama, kata Kalla, pun seringkali menjadi faktor pendorong yang memperparah konflik. Dalam sejumlah kasus, tokoh agama tidak bertindak sebagai jurudamai, sebaliknya menjadi pendorong utama kekerasaan dengan, antara lain, menjanjikan surga di akhirat bagi pemeluk agama yang mau melakukan kekerasan dan bahkan menghabisi hidup manusia lain yang kebetulan berbeda keyakinan.
Adapun Obama meminta agar pemerintahannya, terutama Menteri Luar Negeri Hillary Rodham Clinton tidak melupakan Indonesia sebagai salah satu negara kunci dan negara penting di Asia. Itu pula sebabnya, Hillary Clinton segera mengajukan permohonan visa Indonesia ke KBRI di Washington DC segera setelah dirinya dilantik dan disumpah menjadi Menlu AS menggantikan Condoleezza Rice.
“Eh, jangan lupa, Indonesia juga (harus dikunjungi),” kata Obama kepada Hillary saat dia dan Hillary tengah membahas rencana perjalanan Hillary ke Asia. Cerita mengenai hal ini juga disampaikan Joe Biden dalam pertemuan dengan Jusuf Kalla itu.
Dengan arah baru politik luar negeri Amerika Serikat ini, dapat dipahami bila kemudian Obama memilih tema keberagaman agama dalam sambutannya pada National Prayer Breakfast kali ini.
“Kita mengimani keyakinan yang berbeda. Kita terikat pada keyakinan mengapa kita di sini, dan akan kemana kita pergi. Sebagian dari kita memilih untuk tidak percaya sama sekali. Tetapi, apapun yang kita pilih untuk kita yakini, marilah kita semua mengingat bahwa tidak ada agama yang menjadikan kebencian sebagai inti dari ajarannya,” ujar Obama.
Obama yang lahir dan besar di Hawaii serta pernah menghabisi masa kanak-kanaknya di Indonesia ini berjanji bahwa pemerintahannya tidak akan menjadi alat kekuasaan bagi sekelompk penganut agama tertentu untuk menaklukan penganut agama lain. Juga tidak menjadi alat dari kelompok agama untuk mengalahkan kelompok sekular.
Pada bagian lain dia juga bercerita tentang latar belakang agama keluarga yang membesarkannya.
“Saya tidak dibesarkan di keluarga yang religius. Saya memiliki ayah yang dilahirkan sebagai orang Islam tapi kemudian menjadi atheis, kakek dan nenek yang tidak mempraktikan ajaran Methodist dan Baptist, dan ibu yang ragu terhadap agama yang diorganisir. Namun demikian, dia (ibu saya) adalah orang yang paling religius yang pernah saya tahu. Dia adalah orang yang mengajarkan kepada saya sejak saya kecil bahwa manusia harus mencintai sesama,” cerita Obama.
Dia menambahkan dirinya baru menjadi penganut Kristen setelah pindah ke Chicago, Illinois. Dia memeluk agama Kristen bukan karena indoktrinasi atau tercerahkan secara tiba-tiba. Namun, kata Obama lagi, karena dia selama bertahun-tahun bekerja dengan organisasi gereja untuk membantu orang-orang kurang beruntung di sekitar lingkungannya, terlepas dari warna kulit mereka juga agama dan keyakinan mereka.
“Hal itu terjadi di jalanan, di lingkungan yang kurang beruntung seperti itu, saat pertama kali spirit Tuhan menghampiri saya. Disitulah saya merasakan sesuatu yang saya sebut tujuan yang lebih tinggi, yakni tujuan Tuhan,” demikian Obama.
Obama mengajak para pemuka agama dan tokoh bangsa serta politisi dari berbagai negara yang menghadiri National Prayer Breakfast itu untuk tetap mengingat bahwa kebencian dan konflik yang terjadi di era modern ini seringkali diakibatkan oleh kesalahan dan kekeliruan dalam membaca dan memahami teks kitab suci. Seringkali pula agama dan ajaran agama dijadikan alasan suci yang tak terbantahkan untuk melakukan kekerasan kepada kelompok lain.
Semua agama, sebut Obama, baik Islam, Kristen, Yahudi, Hindu dan Budha, Konghucu, maupun penganut ajaran kemanusian memiliki hukum emas (Golden Rule) yang sama, yakni mengajak para pemeluknya untuk mencintai dan menghargai sesama manusia.
“Apapun yang kita pilih sebagai keyakinan kita, marilah kira mengingat bahwa tidak ada agama yang menjadikan kebencian sebagai inti dari ajarannya,” ujar Obama.
Wakil Presiden Jusuf Kalla, Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsuddin dan mantan Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Azyumardi Azra, termasuk di antara sekitar seribu tokoh agama dan politisi yang diundang menghadiri kegiatan itu.
Kehadiran Obama yang baru belasan hari memimpin negeri adidaya ini dalam NPB pertama yang diadakan di masa pemerintahannya sempat simpang siur. Maklumlah, saat ini Obama tengah menghadapi saat-saat yang terbilang genting di awal pemerintahannya.
Setidaknya, empat dari kandidat menteri yang diusulkannya kepada Kongres AS terganjal kasus korupsi dan pengemplangan pajak di masa lalu. Sementara rancangan stimulasi ekonomi yang diusulkannya ke Kongres mendapat perlawanan ketat dari kubu Republikan walau akhirnya disetujui pada hari Jumat ini waktu setempat (6/2) atau Sabtu dinihari WIB (7/2) .
Namun akhirnya Obama menyempatkan diri untuk hadir dan memberikan sambutan dalam kegiatan yang telah menjadi tradisi sejak puluhan tahun silam. National Prayer Breakfast diselenggarakan setiap hari Kamis pertama bulan Februari. Dalam kesempatan ini, para pemimpin Amerika duduk bersama untuk memanjatkan doa agar negeri itu dapat menghadapi berbagai persoalan yang menghadang mereka. Beberapa tahun terakhir, tokoh agama dan politisi dari berbagai negara pun dilibatkan dalam kegiatan ini.
Seperti biasa, senyum Obama mengembang saat memasuki ruang pertemuan. Obama melambaikan tangannya ke arah peserta. Perhatiannya sempat berhenti saat melihat Wapres Jusuf Kalla yang berdiri di barisan depan, di meja nomor 4. Kalla pun melambaikan tangan ke arah Obama.
Kehadiran Kalla dalam National Prayer Breakfast ini menjadi istimewa karena dia adalah tamu negara pertama yang diterima oleh pemerintahan Obama. Sehari sebelumnya, Jusuf Kalla mengadakan pertemuan dengan Wapres AS Joe Biden di West Wing, White House, Washington DC. Dalam pembicaraan tersebut Joe Biden berkali-kali mengatakan betapa Obama baik secara pribadi maupun sebagai presiden Amerika Serikat memberikan perhatian luar biasa kepada Indonesia dan peranannya di panggung politik internasional. Bukan saja karena Indonesia adalah negara berpenduduk Muslim terbanyak di dunia, namun juga karena dalam satu dekade terakhir Indonesia berhasil menempatkan diri sebagai negara demokrasi terbesar ketiga di dunia setelah AS dan India. Dunia internasional pun diharapkan dapat belajar dari pengalaman berharga yang dimiliki Indonesia dalam menghadapi konflik dan kekerasan komunal di sejumlah daerah di Indonesia.
Jusuf Kalla pun diberi kesempatan menjadi pembicara kunci dalam santap siang yang dilakukan sehari sebelum National Prayer Breakfast (4/2). Dalam pidatonya, Jusuf Kalla membagi cerita mengenai pekerjaan besar Indonesia menghadapi dan menyelesaikan konflik secara damai di sejumlah daerah.
Tafsir yang sempit terhadap ajaran agama, kata Kalla, pun seringkali menjadi faktor pendorong yang memperparah konflik. Dalam sejumlah kasus, tokoh agama tidak bertindak sebagai jurudamai, sebaliknya menjadi pendorong utama kekerasaan dengan, antara lain, menjanjikan surga di akhirat bagi pemeluk agama yang mau melakukan kekerasan dan bahkan menghabisi hidup manusia lain yang kebetulan berbeda keyakinan.
Adapun Obama meminta agar pemerintahannya, terutama Menteri Luar Negeri Hillary Rodham Clinton tidak melupakan Indonesia sebagai salah satu negara kunci dan negara penting di Asia. Itu pula sebabnya, Hillary Clinton segera mengajukan permohonan visa Indonesia ke KBRI di Washington DC segera setelah dirinya dilantik dan disumpah menjadi Menlu AS menggantikan Condoleezza Rice.
“Eh, jangan lupa, Indonesia juga (harus dikunjungi),” kata Obama kepada Hillary saat dia dan Hillary tengah membahas rencana perjalanan Hillary ke Asia. Cerita mengenai hal ini juga disampaikan Joe Biden dalam pertemuan dengan Jusuf Kalla itu.
Dengan arah baru politik luar negeri Amerika Serikat ini, dapat dipahami bila kemudian Obama memilih tema keberagaman agama dalam sambutannya pada National Prayer Breakfast kali ini.
“Kita mengimani keyakinan yang berbeda. Kita terikat pada keyakinan mengapa kita di sini, dan akan kemana kita pergi. Sebagian dari kita memilih untuk tidak percaya sama sekali. Tetapi, apapun yang kita pilih untuk kita yakini, marilah kita semua mengingat bahwa tidak ada agama yang menjadikan kebencian sebagai inti dari ajarannya,” ujar Obama.
Obama yang lahir dan besar di Hawaii serta pernah menghabisi masa kanak-kanaknya di Indonesia ini berjanji bahwa pemerintahannya tidak akan menjadi alat kekuasaan bagi sekelompk penganut agama tertentu untuk menaklukan penganut agama lain. Juga tidak menjadi alat dari kelompok agama untuk mengalahkan kelompok sekular.
Pada bagian lain dia juga bercerita tentang latar belakang agama keluarga yang membesarkannya.
“Saya tidak dibesarkan di keluarga yang religius. Saya memiliki ayah yang dilahirkan sebagai orang Islam tapi kemudian menjadi atheis, kakek dan nenek yang tidak mempraktikan ajaran Methodist dan Baptist, dan ibu yang ragu terhadap agama yang diorganisir. Namun demikian, dia (ibu saya) adalah orang yang paling religius yang pernah saya tahu. Dia adalah orang yang mengajarkan kepada saya sejak saya kecil bahwa manusia harus mencintai sesama,” cerita Obama.
Dia menambahkan dirinya baru menjadi penganut Kristen setelah pindah ke Chicago, Illinois. Dia memeluk agama Kristen bukan karena indoktrinasi atau tercerahkan secara tiba-tiba. Namun, kata Obama lagi, karena dia selama bertahun-tahun bekerja dengan organisasi gereja untuk membantu orang-orang kurang beruntung di sekitar lingkungannya, terlepas dari warna kulit mereka juga agama dan keyakinan mereka.
“Hal itu terjadi di jalanan, di lingkungan yang kurang beruntung seperti itu, saat pertama kali spirit Tuhan menghampiri saya. Disitulah saya merasakan sesuatu yang saya sebut tujuan yang lebih tinggi, yakni tujuan Tuhan,” demikian Obama.
Subscribe to:
Posts (Atom)